Alat Dan Bahan

Begini Upaya Kompolnas Kritik Tajam Polisi Kasus Pemalsuan SNI Besi Siku

Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menekan Polri untuk selekasnya tangkap aktor penting masalah pemalsuan merek Standard Nasional Indonesia (SNI) pada besi siku. Masalah itu mempunyai potensi bikin rugi negara sejumlah Rp2,7 trilun

Komisioner Kompolnas Poengky Indarti mengutamakan masalah itu harus jadi perhatian penting faksi penyidik kepolisian.

“Sebab masalah ini menyertakan komplotan. Karena itu diinginkan penyidik bisa selekasnya tangkap main perpetrator-nya (aktor utama),” tutur Poengky dalam info yang diterima di Jakarta, diambil dari Di antara, Rabu 12 Agustus 2020.

Ia menjelaskan, laporan masalah pemalsuan merek SNI produk besi siku ini sudah dilaksanakan pada Juni 2020 serta sudah ada pasal-pasal yang diaplikasikan.

Dalam masalah pemalsuan merek SNI besi siku itu, penyidik sudah amankan beberapa terduga. Tetapi aktor atau aktor intinya masih berkeliaran bebas.

Berkaitan hal itu, Poengky mengharap penyidik bisa selekasnya tangkap semua aktor yang terjebak dalam pemalsuan merek SNI ini tanpa ada pandang bulu.

“Janganlah sampai (aktor) melarikan diri, hilangkan tanda bukti serta lakukan kejahatan lagi,” sebut ia.

Awalnya Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane menanyakan sikap kepolisian. IPW memandang polisi tidak terbuka mengatasi masalah pemalsuan merek SNI dalam produk besi pojok 90 derajat itu.

Neta menerangkan, faksi berkuasa Polri harusnya memantau perlakuan masalah ini agar pembasmiannya terbuka. Sebab efek dari praktik pemalsuan merek SNI ini tidak cuma bikin rugi negara, dan juga bikin rugi warga.

“Mengapa masalah pemalsuan merek SNI pada produk besi siku di KBN Marunda, Jakarta Utara, tidak segera diselesaikan. Walau sebenarnya infonya, penangkapan telah dilaksanakan pada 17 Juni 2020,” tutur Neta.

Berdasar info yang diterima IPW, kata Neta, praktik pemalsuan merek SNI itu telah berjalan semasa 3 tahun.

“Mengapa pemilik perusahaan pemalsu merek SNI pada produk besi siku tidak diamankan serta dibuat terduga dan (sampai saat ini) didiamkan bebas?” bertanya Neta.

IPW mendapatkan info jika terbongkarnya masalah ini berawal dari ada surat PO Palsu untuk pemesanan barang dari Thailand berbentuk besi siku.

READ  Ini Dampak Jual Baja China Tak ber-SNI

Setelah tiba di Indonesia, barang berbentuk besi siku itu disadari untuk besi siku produk dalam negeri serta ditempel dengan merek SNI palsu serta dipasarkan pada customer.