Bangunan

Dampak Corona, Penjualan Semen Indonesia Diproyeksi Berangsur Pulih

Volume pemasaran PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) diproyeksi mulai berangsur sembuh tahun kedepan, yang akan dibantu oleh menggeliatnya ekonomi. Sedang harapan masih terjaganya market share diinginkan jadi sentimen positif pada gerakan harga saham perseroan tahun ini. Analis Samuel Sekuritas Indonesia Yosua Zisokhi mengutarakan, volume penjualanSemen Indonesiadiperkirakan berkembang 7% pada 2021.

Simak Juga  : Harga borongan bangunan

Sedang volume pemasaran tahun ini diproyeksi turun 14,8% karena epidemic Covid 19. Pengurangan paling besar diprediksikan berlangsung pada kuartal II tahun ini. “Harapan kembali lagi bergulirnya kesibukan ekonomi Indonesia serta terjaganya market share sebesar 53% diinginkan membuat volume penjualansemen perseroan kembali lagi sembuh tahun kedepan. Hal inimendorong kami untuk menjaga referensi membeli saham SMGR dengan sasaran harga dikoreksi menurun jadi Rp 10.800,” catat Yosua dalam risetnya, belakangan ini. Ia memprediksi volume pemasaran Semen Indonesia pada kuartal II-2020 capai 5,6 juta ton atau turun sebesar 27,7% dibanding periode sama tahun kemarin. Sarana Packing Plant punya Semen Indonesiadi Mamuju, Sulawesi Barat. Sasaran itu menunjukkanpenurunan sebesar 28,2% dari kuartal I tahun 2020. Aspek terpenting pengurangan karena epidemi Covid-19 serta libur Lebaran. Sedang efek kelonggaran limitasi sosial bertaraf besar (PSBB) semenjak awal Juni, menurutnya, diprediksikan baru berimbas positif pada performa operasional serta keuangan perseroan semester II tahun ini, walau angkanya diperkirakan masih turun seputar 19,5% dari periode sama tahun kemarin. “Kami memprediksi pemasaran semen perseroan akan bertambah jadi 7,5 juta ton pada kuartal III-2020, naik 33,3% dari kuartal II-2020. Tetapi, turun 27,7% dari periode sama tahun kemarin,” jelas Yosua.

Artikel Terkait : harga semenIa memperjelas, sentimen positif pada gerakan harga saham SMGR dibantu oleh masih terjaganya market share pemasaran semen perseroan di atas 50% selama setahun ini, walau market share perseroan jatuh ke level 49,3% pada Mei 2020 atau paling rendah semenjak menyelesaikan pemerolehan PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB) yang sekarang menjadi PT Jalan keluar Bangun Indonesia Tbk. Unsur positif yang lain ialah kekuatan perseroan dalam menjaga rerataharga jual semen Rp 771.000per ton dengan keuntungan operasional capai Rp 135 ribu per ton. Sentimen positif tiba dari perseroan mempunyai kas besar dari bagian keuntungan bersih tahun kemarin sejumlah Rp 2,1 triliun yang tidak diberikan untuk dividen. Semen Indonesia. Photo: dok. ID Beberapa unsur itu menggerakkan Samuel Sekuritas untuk menjaga referensi membeli saham SMGR dengan sasaran harga dikoreksi menurun jadi Rp 10.800 per saham. Sasaran itu menggambarkan prediksi EV/ EBITDA sekitar 9,7 kali. Sasaran itu sudah mencerminkan prediksi pengurangan penghasilan Semen Indonesia jadi Rp 34,87 triliun tahun ini dibanding pencapaian tahun kemarin sejumlah Rp 40,36 triliun. EBITDA diprediksikan menurun dari Rp 8,52 triliun jadi Rp 7,64 triliun. Keuntungan bersih diestimasi menurun dari Rp 2,39 triliun jadi Rp 1,32 triliun. Disamping itu, analis Danareksa Sekuritas Maria Renata mengutarakan, Semen Indonesia sudah mencatatkan volume pemasaran sekitar 14,54 juta ton sampai Mei 2020 atau turun 3,9% dari pencapaian periode sama tahun kemarin. Sedang volume pemasaran semen perseroan selama Mei turun 30,9%, dibanding April 2020. “Pengurangan volume pemasaran dikuasai atas perayaan Lebaran serta berlanjutnya epidemi Covid-19. Begitupun dengan pemasaran export semen perseroan lewat anak upayanya Thang Long Vietnam (TLCC) memperlihatkan pengurangan yang berimbas pada pelemahan volume pemasaran semen perseroan,” catat Maria dalam risetnya. Pengurangan volume pemasaran itu berimbas pada pengurangan market share pemasaran semen perseroan jadi 49,3% pada Mei 2020, dibanding April 2020 di level 53,6%. Perseroan cuma dapat jual sekitar 2,11 juta ton semen pada Mei 2020 atau turun 36,7% dari perolehan periode sama tahun kemarin serta menurun 30,9% dibanding perolehan April 2020. Semen Indonesia Situasi itu menggerakkan Danareksa Sekuritas untuk membuat revisi turun potensial saham SMGR dari buy jadi holddengan sasaran harga dipertahankan sejumlah Rp 10.700. Sasaran harga itu memperhitungkan berlanjutnya pengurangan pemasaran semen bulan ini, bersamaan dengan belum seutuhnya sembuh keinginan warga semasa masa baru ini. Sasaran harga itu mencerminkan prediksi PE tahun ini sekitaar 27,6 kali serta EV/ton capai US$ 105,8. Sasaran itu sudah memperhitungkan prediksi pengurangan keuntungan bersih SemenIndonesia jadi Rp 2,02 triliun tahun ini, dibanding pencapaian tahun kemarin capai Rp 2,39 triliun. Penghasilan perseroan diinginkan turun dari Rp 40,36 triliun jadi Rp 37,63 trililun. Awalnya, Semen Indonesia memutuskan pembagian dividen sejumlah Rp 239,22 miliar. Dividen itu sama dengan rasio 10% dari keseluruhan pencapaian keuntungan bersih tahun kemarin. Dividen itu diputuskan di pertemuan umum pemegang saham tahunan (RUPS) Semen Indonesia. Manajemen Semen Indonesia mengatakan RUPST sudah menyepakati penentuan keuntungan tahun berjalan yang diatribusikan pada pemilik entitas induk untuk dividen serta keuntungan ditahan. Dividen capai Rp 239,22 miliar serta bekasnya Rp 2,15 triliun diputuskan untuk cadangan yang lain. “Rapat menyepakati pemunduran diri Soekarwo untuk komisaris penting perseroan. Setelah itu, rapat mengusung Rudiantara untuk komisaris penting,” jelas manajemen Semen Indonesia.

READ  Beda Tugas Kepala Tukang Bangunan Dengan Mandor