Alat Dan Bahan

Ini yang Membuat Pengusaha Cemas Ekspor dan Industri RI

Kamar Dagang serta Industri (Kadin) Indonesia mencemaskan krisis Korea Selatan akan berefek pada berkurangnya performa export serta industri manufaktur dalam negeri. Karena, negara ini adalah salah satunya arah export serta investor penting di Asia. Tidak itu saja, Negeri Ginseng sering dihandalkan untuk penyuplai bahan baku industri manufaktur dalam negeri. “Jika krisis lebih buruk di Korea, industri nasional dapat terserang pukulan relevan, terutamanya untuk project investasi padat modal, seperti investasi besi baja yang pasar globalnya ikut juga turun,” kata Wakil Ketua Umum Kadin Bagian Jalinan Internasional, Shinta Kamdani pada Katadata.co.id, Jumat (24/7). Ditambah, dengan belum selesainya kesepakatan Indonesia-Korea Comprehensif Economic Partnership Agreement (IK-CEPA), hingga agunan transparansi pasar untuk Indonesia belum seutuhnya efisien. Mengenai performa export Indonesia ke Korea sekarang ini baru memercayakan kesepakatan dagang Asean-Korea Free Trade Agreement (AK-FTA). “Tetapi kita ketahui, AK_FTA saha masih kurang untuk menggerakkan export nasional sebab kenyataannya performa export kita ke Korea relatif statis serta condong turun,” katanya. Walau demikian, Shinta mengharap krisis ekonomi Korea Selatan tidak akan berjalan lama serta selekasnya sembuh pada kuartal III 2020. Karena, pemerintah Korea sudah terus-menerus memberi rangsangan untuk menahan krisis. Berdasar data Tubuh Pusat Statistik (BPS) pada 2018, Korsel adalah negara arah export serta sumber import paling besar ke-6 Indonesia. Keseluruhan nilai perdagangan ke-2 negara capai US$ 18,62 miliar atau sama dengan Rp 272 triliun. Dari jumlah itu, export Indonesia tertera sebesar US$ 9,54 miliar atau sama dengan Rp 139 triliun serta import Indonesia sebesar US$ 9,08 miliar atau sama dengan Rp 133 triliun. Dengan begitu, Indonesia mencatat surplus perdagangan pada Korsel sebesar US$ 460 juta atau sama dengan Rp 6,7 triliun. Komoditas export jagoan Indonesia yakni batu bara, bijih tembaga, karet alam, kayu lapis, serta timah. Mengenai komoditas import penting Indonesia yakni karet sintetis, produk baja lembaran, produk elektronik, serta kain tenun filamen sintetis. Untuk info, Produk Domestik Bruto (PDB) Korea Selatan tertera negatif sampai 3,3% dengan cara kuartalan pada kuartal II-2020. Selama Januari-Maret 2020, PDB negara ini terkontraksi 1,3% dibanding kuartal awalnya. Karenanya, Korea Selatan dapat disebutkan alami krisis ekonomi karena menulis perkembangan negatif semasa dua kuartal beruntun dalam satu tahun.

READ  Bahan Bangunan Pengganti Beton yang Ramah Lingkungan