Arsitek

Pengaruh New Normal Di Sektor Properti

Epidemi Covid-19 sudah membuat bagian usaha beralih hingga tuntut tiap faksi dapat cepat beralih ikuti trend serta tetap dapat ikuti trend pasar yang baru. Ada beberap hal new normal di bidang property yang perlu jadi perhatian.

Epidemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) sudah memaksakan kita untuk berbenah serta beralih berkaitan taktik atau model-model usaha yang perlu digerakkan, diantaranya termasuk juga untuk bagian property. Beberapa pebisnis harus ambil beberapa langkah yang awalnya tidak terpikirkan jika ingin masih bertahan di bidang ini.

Menurut Ali Tranghanda sebagai CEO serta pemerhati property dari Indonesia Properti Watch (IPW), keadaan ini memaksakan semua pebisnis dapat menyesuaikan ikuti irama atau perubahan trend dunia yang beralih cepat sekali. Beberapa perkembangan ini membuat keadaan yang normal jadi tidak normal karenanya kita harus dapat menyesuaikan.

“Perkembangan-perubahan ini akan membuat satu tatanan kesetimbangan pasar baru yang semakin sehat dari mulanya. Karena itu kita harus adaptif sebab kita tidak ketahui dimana batasnya perkembangan-perubahan itu, bisa tiap hari jadi new normal sebab cepatnya perkembangan itu,” tuturnya.

Walau masih meraba serta tuntutan adaptif, minimal ada banyak hal yang perlu jadi perhatian penting terutamanya pada beberapa aktor bagian usaha property. Ali menguraikan minimal ada lima hal situasi new normal yang perlu jadi perhatian.

Kesetimbangan Pasar Baru

Keadaan pasar property harus berjalan ke arah proses kesetimbangan baru dengan gerakan harga yang terus melamban yang disebabkan peningkatan harga yang tidak teratasi pada era sebelumnya. Berdasar analisa IPW, sekarang ini harga property kembali pada harga tahun 2017 sebab sekian tahun ini tidak alami peningkatan ditambah lagi jika diakui dengan nilai inflasi.

Revisi harga ini berlangsung di semua fragmen bagus untuk produk primer atau sekunder serta ini adalah bentuk kesetimbangan baru pada beberapa produk property yang over value. Keadaan ini berlangsung bukan lantaran epidemi tetapi telah mulai nampak skema kesetimbangan baru semenjak tahun-tahun ini serta ini akan membuat keadaan pasar property semakin sehat yang akan datang.

READ  Ingin Hasilkan Bangunan Unik? Simak Tips Ini!

Selesksi Alam

Akan ada keadaan seleksi alam untuk golongan pengembang dimana proyek-proyeknya cuma dapat memercayakan pasar real. Pasar real bukan bermakna cuma dari fragmen pemakai (end user) tetapi juga bisa golongan investor pada keadaan yang lumrah. Usaha property akan kembali ke permintaan create suplai, yang berarti pengambang harus betul-betul dapat membaca keadaan pasar.

Sejauh ini produk yang didatangkan seperti tanpa ada instruksi hingga jadi tidak teratur serta sama-sama bertabrakan. Keadaan ini akan membuat project tanpa ada ide yang pasti akan kehilangan pasarnya. Proyek-proyek semacam ini akan terbenam sendirinya serta dikonsumsi oleh seleksi alam sebab meremehkan keadaan pasar.

Design

Keadaan new normal akan mengganti sikap orang dalam pilih satu produk property. Permasalahan keamanan tidak terbatas pada beberapa hal fisik seperti perampokan dan juga keamanan dalam faktor kesehatan. Bagaimana satu lingkungan dapat memberi prosedur kebersihan yang akan membuat penghuni nyaman.

Design yang mengaplikasikan perputaran bukaan yang baik bisa menjadi feature yang semakin menarik serta diambil. Termasuk juga implikasi beberapa tehnologi yang sangat mungkin penghuni bertambah lebih gampang jalankan pekerjaan setiap harinya.

Rutinitas Kerja

Implikasi work from home (WFH) sudah dirasa banyak perusahaan serta dapat dibuktikan sudah memotong biaya dengan skema kerja yang elbih efektif tanpa ada kurangi efektifitas atau produktifitas. Rutinitas baru yang tercipta ini akan tuntut tempat tinggal landed house atau apartemen semakin adaptif dengan sediakan ruang-ruang kerja yang ideal.

Memiliki bentuk dapat co working ruang, SOHO, WOHO, virtual office, boutique office, atau yang lain yang akan makin banyak dipakai dibanding ide perkantoran konservatif sekarang ini. Pekerjaan rapat juga bertambah lebih fleksibel serta ini akan berimbas pada tipe produk property yang diperlukan warga.

Penjualan

Kanal penjualann yang masih tetap berjalan waktu epidemi ini ialah aliran digital. Karenanya ke depan dapat dinyatakan semua akan masuk ke skema digital serta disruption technology akan makin cepat berlangsung. Akan banyak muncul start up property serta proses penjualan dengan pangkal digital tetap akan bertumbuh.

READ  Ini Dia Finishing Tepat Jaga Mutu Besi dan Kayu

“Ini berlaku untuk proses transaksi yang akan bertumbuh mengarah digital hingga tidak harus bertatap muka dari mulai pesan unit, pembayaran, sampai proses jual membeli yang mendatangkan notaris dengan cara online. Walau property masih memprioritaskan bertemu muka, harus dapat dibikin satu skema yang sangat mungkin calon customer lihat produknya dengan fasilitas online. Yang tentu pola-pola semacam ini tetap akan beralih serta bertumbuh,” papar Ali.