Bangunan

Siapakah Raja Properti Di Indonesia? Berikut Datanya

Siapa pengembang yang bakal mendapat gelar raja properti tanah air?

Apakah pemain lama seperti Lippo, Ciputra, Sinar Mas Land, atau bahkan pemain baru?

Pada 2 tahun terakhir sektor properti mengalami penurunan, hanya satu dari lima pengembang yang bisa meningkatkan nilai kapitalisasinya.

Berikut daftar pengembang nilai kapitalisasi terbesar di Indonesia :

1. PT. Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE)

Pengembang yang memiliki proyek skala kota mandiri BSD City seluas 6000 hektar mendapat nilai kapitalisasi Rp. 34,06 triliun.

Jika dibanding pada awal tahun 2019, nilai yang dikeluarkan menurun walaupun tidak begitu signifikan hanya sebesar Rp. 1,3 triliun.

Selain bermain di bidang perumahan dan area komersil, BSDE juga memiliki pendapatan berulang dari Indonesia Convention and Exhibition (ICE). ICE bekerjasama dengan BSDE dan Kompas Gramedia Group yang sudah menjadi vanue untuk konsel pameran atau kegiatan berskala internasional.

Tidak hanya di Serpon, ternyata BSDE juga memiliki proyek terbesar di Surabaya, Semarang, Balikpapan, dan Batam.

2. PT Pakuwon Jati Tbk (PWON)

PWON menjadi salah satu pengembang nasional dengan peningkatan kapitalisasi hingga Rp.32,03 triliun.

PWON juga terjun di bidang properti, mulai dari ritel, residensial, komersial, dan rumah sakit.

Pendapatan terbesar PWON berasal dari sektor ritel yakni mengelola Gandaria City, Kota Kasablanka, Blok M Plaza di Jakarta dan Tunjungan Plaza 1-6 di Surabaya.

3. PT Ciputra Development Tbk (CTRA)

CTRA mengalami penurunan nilai kapitalisasi di tahun 2020 ini yakni hanya Rp. 23,38 triliun beda dengan tahun kemarin yang mampu mencatat nilai sebesar Rp. 24,5 triliun.

Proyek yang dikerjakan adalah Citra Maja Raya yang sudah berdiri sejak 2014 dengan harga/unit di bawah Rp 200 juta.

4. PT Summarecon Agung Tbk (SMRA)

Pengembang properti yang memiliki proyek perdana Kelapa Gading ini juga mengalami penuruan nila kapitalisasi yang cukup signifikan.

Jika dibandingkan tahun 2019 sebesar Rp. 19, 54 triliun, tahun ini hanya mencapai Rp. 16,15 triliun.

5. PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR)

LPKR berhasil menyalip PT. PP Properti Tbk yang tahun lalu mendapat posisi ke 5 dalam daftar pengembang dengan kapitalisasi terbesar.

READ  Industri Baja Nasional Terus Dipacu Ekspor

Tahun 2019, sister company PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) mendapat nilai kapitalisasi pasar sebesar Rp 11,88 triliun.

Selain menggarap proyek baru, LPKR juga mengandalkan pendapatan berulang dari sektor rumah sakit di bawah bendera Siloam.

Pertengahan tahun lalu, sektor yang dihasilkan memberikan nilai pertumbuhan perusahaan sebesar 13% menjadi Rp 1,4 triliun. (website/red)