Alat Dan Bahan

Tips Beli Wallcover atau Wallpaper

Tidak Lagi dari Kertas Panggilan wallpaper untuk lapisan dinding sebetulnya kurang pas.

Helaian-lembaran bermotif elok ini rupanya sekarang dikuasai oleh material lain yang makin kuat.

Dahulu, material lapisan dinding yang terkenal dengan panggilan wallpaper ini cuman dipakai di beberapa rumah di negara barat.

Permasalahan kelembapan jadi salah satu perihal yang membuat orang sangsi menempatkan wallpaper di teritori tropis seperti Indonesia ini.

Karena perubahan tehnologi bahan, sekarang ada wallpaper berbahan yang andal.

Kenal bahan Wallpaper

Meskipun namanya menggunakan embelembel “paper”, bahan baku material ini bukan murni kertas.

Sebab fakta ini, panggilan wallpaper tidak pas lagi. Bahan ini semakin lebih cocok bila disebutkan wallcover alias lapisan dinding.

Simak Juga : harga wallpaper dinding

Dahulu, lapisan dinding ini dibuat dari kertas. Tapi kertas mempunyai kekurangan seperti gampang sobek, tidak tahan air, serta kebatasan bentuk.

Bersamaan dengan perubahan tehnologi bahan, digunakanlah bahan lain seperti kain, jute, serta vinyl, yang makin “tahan banting”.

Panduan Membeli Wallcover atau Wallpaper, Kenali Tipe Berbahan yang Tahan lama!
Di beberapa negara Eropa seperti Jerman, wallcover yang dibuat dari kertas telah tidak dijual, dalam rencana kurangi penebangan rimba.

Saat ini, dalam selembar wallpaper, bahan vinyl (PVC) semakin banyak digunakan. Untuk deskripsi, wallcover yang bagus rerata beratnya 260 gr/m2.

Nah, dari berat itu, kandung kertas cuman 90 gr/m2, sedang bekasnya yang 170 gr/m2 ialah vinyl.

Kertas yang terdapat dibagian bawah lapisan dinding ini bahkan juga terkadang telah ditukar dengan semacam kain kasa.

Bahan Vinyl bertambah Kuat

Artikel Terkait :batu alam

Bahan vinyl memang lebih baik dari kertas. Kecuali sangat mungkin pewarnaan bertambah stabil, warna serta corak yang ada juga hampir tidak terbatas.

Dimulai dari pola style classic sampai figur kartun pujaan beberapa anak dapat “dilukis” di atas wallcover.

Material ini sangat mungkin pengembangan bentuk seperti gambar muncul serta struktur sulaman benang. Bahkan juga, bahan yang dapat berpendar dalam gelap (glow in the dark) juga dapat diterapkan ke wallcover ini.

READ  Ini Bahaya Miliki Kamar Mandi di Dalam Kamar Tidur

Dari kemampuan, vinyl dapat dihandalkan, sebab bahan ini umurnya bertambah panjang serta tahan lembab. Ini pasti memberikan keuntungan, mengingat cuaca di Indonesia yang tingkat kelembabannya tinggi.

Sebab tahan lembab, wallcover gampang dibikin bersih dari debu, dengan mengelapnya dengan kain basah. Lapisan dinding ini kuat meredam siraman deterjen serta air, jika dibutuhkan waktu bersihkan kotoran yang bandel.

Panduan langkah beli

Zat warna di lapisan dinding ini terbagi dalam 2 tipe, yakni air serta solvent.

Wallcover yang pewarnanya berbasiskan air (water based) bertambah aman untuk kesehatan serta ramah lingkungan dibanding dengan wallcover yang pewarnanya berbasiskan larutan minyak (solvent based).

Kedua-duanya dapat dibedakan dengan dibaui; umumnya pewarna berbasiskan solvent sedikit bertambah tajam baunya (berbau tiner).

Hal-hal lain yang perlu jadi perhatian waktu beli material lapisan ini ialah satuannya. Lazimnya, wallcover dipasarkan per roll/gulung, dengan lebar 53 cm serta panjang 10 m.

Tetapi, ada pula penjual yang tentukan harga berdasar m2.

Jangan tertipu karena hanya harga per m2 tambah murah, contohnya. Kalkulasi serta banding baik-baik jumlah luasan yang didapatkan bila pedagang memakai unit yang lain. Wallcover yang masuk di Indonesia berawal dari banyak negara.

Bikinan Italia sama dengan kualitas sempurna serta harga yang makin tinggi. Disamping itu, bikinan negaranegara Asia, seperti Cina, Korea, serta Malaysia, ikut memeriahkan pasar.

Untuk mengenali darimanakah bahan lapisan itu berasal, saksikan sisi belakang contoh pola. Di sana akan ada tulisan “bikinan…” yang bisa dipercayai.